Rumah Harapan Indonesia
Profil Lembaga

Tentang Rumah Harapan Indonesia

Sejak 2008, Rumah Harapan merawat dan mendidik anak yatim, lansia, dan keluarga dhuafa di Tapos, Depok. Bukan sekadar memberi santunan, kami mengantar mereka menuju hidup yang mandiri dan bermartabat.

Keyakinan kami sederhana: bantuan terbaik bukan yang membuat orang terus bergantung, tetapi yang membuatnya mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Anak yatim tidak hanya kami beri tempat tinggal; mereka kami didik, kami bekali keterampilan, dan kami temani sampai dewasa. Lansia tidak hanya kami beri bantuan; mereka kami rangkul agar tetap berdaya.

Rumah Harapan Indonesia adalah wajah operasional dari Yayasan Rumah Harapan Tapos, yayasan resmi berbadan hukum sejak 2016 yang menjadi payung seluruh kegiatan kami.

Bukan hanya menjadi lembaga yang mandiri, tetapi lembaga yang melahirkan umat yang mandiri.

Dari sebuah rumah kontrakan

Semua bermula pada 2008 di rumah kontrakan pendiri kami, Ust. Kasyful Anwar. Saat itu pengasuhan anak yatim dibiayai sepenuhnya dari hasil usaha sendiri, tanpa donasi dari luar.

Nama "Rumah Harapan" lahir pada 2010, justru di masa sulit, ketika usaha Roti Kaffah yang menjadi penopang utama sedang turun. Di tengah perjuangan menghidupi 35 anak asuh, Ust. Kasyful mulai mengajak umat ikut berdonasi, tanpa meninggalkan prinsip kemandirian yang sudah dibangun.

Pada 2016, lembaga ini resmi berbadan hukum sebagai Yayasan Rumah Harapan Tapos (SK Kemenkumham RI No. AHU-0044386.AH.01.04 Tahun 2016) dan terdaftar di Dinas Sosial Kota Depok. Dalam satu dekade berikutnya, asrama tumbuh dari bedeng sederhana menjadi bangunan dua lantai, Rumah Tahfidz dibuka gratis untuk umum, dan 350 janda binaan dibina rutin di sekitar panti.

Yang kami yakini: Kemandirian Keumatan

Banyak lembaga ingin mandiri sebagai organisasi. Itu baik, tapi belum cukup. Kami melangkah lebih jauh: bukan hanya menjadi lembaga yang mandiri, tetapi lembaga yang melahirkan umat yang mandiri.

Setiap anak, lansia, dan keluarga yang kami dampingi kami harapkan kelak menjadi benih kemandirian baru di lingkungannya sendiri. Inilah yang kami sebut Kemandirian Keumatan, dan kami menjaganya lewat empat hal yang harus berjalan bersama:

Mandiri secara ekonomi
Kami tidak berhenti pada memberi, tetapi mengajari mencari nafkah dan membangun usaha.
Kuat secara spiritual
Tahfizul Qur'an menjadi fondasi karakter, bukan sekadar program tambahan.
Sehat sebagai lembaga
Punya usaha sendiri, dikelola rapi dan terbuka, sehingga tidak bergantung pada donasi musiman.
Jujur dengan data
Kami tahu persis siapa yang kami bantu, dengan nama dan alamat, bukan sekadar angka perkiraan.
Tangan menanam tunas di tanah
Dari benih kecil, kemandirian tumbuh dan menular ke lingkungan sekitarnya.

Siapa yang kami bina

Kami menyebut setiap orang yang kami dampingi sebagai Penerima Manfaat. Mereka datang dari berbagai keadaan:

SegmenSiapa mereka
Anak YatimAnak di bawah 18 tahun yang ayahnya telah wafat
Anak PiatuAnak di bawah 18 tahun yang ibunya telah wafat
Anak Yatim PiatuAnak di bawah 18 tahun yang kedua orang tuanya telah wafat
Anak DhuafaAnak di bawah 18 tahun dari keluarga yang kurang mampu
Anak TerlantarAnak di bawah 18 tahun tanpa pengasuh tetap
MuallafMereka yang baru memeluk Islam dan membutuhkan pendampingan
Keluarga DhuafaKeluarga dengan kesulitan ekonomi berlapis
Lansia RentanLansia 60 tahun ke atas yang rentan secara ekonomi atau kesehatan
Janda BinaanIbu yang menjadi tulang punggung keluarga seorang diri

Setiap kelompok kami dampingi sesuai kebutuhannya, ada yang tinggal penuh di asrama, ada yang tetap bersama keluarga sambil kami biayai sekolahnya, ada lansia yang kami kunjungi rutin, dan keluarga yang kami bina menuju usaha mandiri.

Visi & Misi

Visi kami, menjadi Rumah Harapan bagi anak bangsa Indonesia, terus mencetak dan membina kehidupan yang penuh rahmat sesuai kebutuhan zaman.

Misi kami:

  1. Mengangkat anak-anak yang kurang mampu agar hidup lebih bermartabat.
  2. Membina mereka dengan tuntunan yang suci dan luhur.
  3. Membekali semangat kewirausahaan agar mandiri dan kreatif.
  4. Melahirkan wirausahawan yang membawa manfaat bagi banyak orang.
  5. Menumbuhkan penggerak ekonomi bagi bangsa, hingga ke tingkat internasional.

Ke mana kami menuju

Kami sedang bertransformasi menjadi lembaga sosial yang mandiri, profesional, dan modern, sebuah model yang kelak bisa dicontoh lembaga lain di seluruh Indonesia, dimulai dari Jawa Barat.

Jalannya bertahap dan kami jalani dengan sabar: merapikan data binaan lebih dulu, lalu membangun sistem yang terhubung, memperluas jangkauan, hingga menjadi rujukan kemandirian umat pada 2029. Setiap langkah kami pastikan ditopang kesiapan yang nyata, bukan sekadar target di atas kertas.

Ingin mengenal kami lebih dekat? Lihat Empat Pilar Program kami, atau hubungi Tim RHI.

Pertanyaan Umum

Apa itu Rumah Harapan Indonesia?

Rumah Harapan Indonesia (RHI) adalah lembaga sosial Islam yang merawat dan mendidik anak yatim, lansia, dan keluarga dhuafa di Tapos, Depok. Ia adalah wajah operasional dari Yayasan Rumah Harapan Tapos.

Sejak kapan Rumah Harapan berdiri?

Kegiatan sosialnya berjalan sejak 2008, dan resmi berbadan hukum sebagai Yayasan Rumah Harapan Tapos pada 2016.

Siapa saja yang dibina Rumah Harapan?

Anak yatim, piatu, dan terlantar, keluarga dhuafa, muallaf, lansia rentan, serta 350 janda binaan di sekitar panti.

Apakah Rumah Harapan lembaga resmi dan legal?

Ya. Berbadan hukum dengan SK Kemenkumham RI No. AHU-0044386.AH.01.04 Tahun 2016 dan terdaftar di Dinas Sosial Kota Depok.

Bagaimana cara berdonasi atau ikut membantu?

Donasi bisa lewat halaman Donasi, transfer bank, atau program CSR korporat. Untuk menjadi relawan atau bermitra, hubungi Tim RHI lewat halaman Kontak.

Di mana lokasi Rumah Harapan Indonesia?

Di Pondok Pesantren Daarussalaam, Kampung Banjaran Pucung, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.

Jadi bagian dari ikhtiar ini

Dukung program Rumah Harapan, atau hubungi kami untuk berkunjung dan bermitra.